RETREAT GRII Taipei

Kami mengundang teman-teman sekalian untuk mengikuti
RETREAT GRII Taipei
Only One Way
26-28 Juni 2009
Wan Rui Forest Recreational Area (Xin Zhu)
萬瑞森林樂園 (新竹)
NT. 2200/org
(Klik pada gambar untuk memperbesar poster)

Pendaftaran silakan menghubungi Sdri. Paulina (0928-113-603, takara_gbu@yahoo.com)

Diskon NT.200,- bagi yang mendaftar sebelum 7 Juni 2009.
...Buruan Daftar...

SOLUS CHRISTUS

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya
sebagai tebusan bagi semua manusia.”
(1 Timotius 2:5-6)

Solus Christus adalah salah satu prinsip Reformasi, berasal dari bahasa Latin yang berarti “Hanya Kristus”. Reformasi memanggil gereja kembali kepada iman di dalam Kristus sebagai satu-satunya pengantara antara Allah dan manusia. Pada masa itu Gereja Katolik Roma menyatakan bahwa “ada purgatori, dan jiwa-jiwa di dalam purgatori akan ditolong oleh para orang kudus”. Para reformator menyatakan bahwa bukanlah demikian yang diajarkan oleh Alkitab. Keselamatan hanyalah karena karya Kristus saja – tidak diperlukan tambahan apapun lagi; inilah arti pertama dari prinsip Solus Christus.

Gereja abad pertengahan telah menambahkan banyak perbuatan amal manusia kepada karya Kristus, sehingga kita tidak lagi dapat mengatakan bahwa keselamatan semata-mata melalui Kristus dan penebusanNya. Kristus menjadi bagian dari keselamatan itu, tetapi bukanlah bagian yang terbesar. Tetapi dikatakan bahwa keselamatan didapatkan juga karena amal manusia, terutama amal para orang kudus. Para orang kudus dianggap sangat kudus sehingga mereka telah menimbun amal perbuatan yang sangat melimpah sehingga dapat diberikan pada orang-orang percaya lainnya yang kurang amal perbuatannya, melalui sakramen yang dilakukan oleh otoritas gereja. Oleh sebab itu gereja mampu mengefektifkan keselamatan seseorang melalui pengecekan “jumlah amal”. Inilah dasar dari segala kesalahan pengajaran, yang ditemukan oleh para Reformator. Inilah karya Allah plus pekerjaan manusia; kebenaran Kristus plus kebenaran kita sendiri.

Motto Reformasi Solus Christus dibentuk untuk memperbaiki kesalahan ini. Motto ini menyatakan bahwa keselamatan telah dikerjakan sekali untuk selamanya melalui karya penyelamatan yang dikerjakan hanya oleh Kristus Yesus yang ada dalam sejarah. HidupNya yang tanpa dosa dan penebusanNya yang menggantikan dosa-dosa kita sudahlah cukup untuk pembenaran kita. Kristus telah melakukan karya keselamatan dengan seutuhnya, sehingga tidak ada jasa apapun di pihak manusia ataupun para orang kudus, tidak ada pekerjaan apapun dari kita yang di lakukan di dunia ini maupun di purgatori, yang dapat menambahkan sesuatu kepada karyaNya yang sempurna. “Injil” apapun yang gagal mengakui hal itu atau yang menyangkali hal itu, adalah injil sesat yang tidak akan menyelamatkan siapapun. Karena Gereja Roma Katolik mengajarkan injil sesat sedemikian, maka para Reformator menyatakan bahwa mereka adalah gereja yang sesat.

Menyatakan “Hanya Kristus” saja berarti menyatakan Dia sebagai satu-satunya Nabi, Imam dan Raja yang sempurna. Kita tidak memerlukan nabi lagi untuk menyingkapkan firman atau kehendak Allah. Kita tidak lagi memerlukan raja manapun untuk mengontrol pemikiran dan kehidupan orang-orang percaya. Yesus adalah segalanya bagi kita dan untuk kita di dalam Injil.

Pada abad ke-21 ini pun, motto Solus Christus masih tetap diperlukan untuk mereformasi gereja. Hasil survey menyatakan bahwa 76% kaum Injili percaya bahwa manusia pada dasarnya baik, dan 86% percaya bahwa isi Injil sebagian besar adalah mengenai Tuhan yang menolong kita untuk dapat menolong diri sendiri.

Deklarasi Cambridge memprotes :
“Sebagaimana kaum injili telah menjadi duniawi, kepentingan-kepentingannya telah dikaburkan dengan kebudayaan masa ini. Akibatnya adalah hilangnya nilai-nilai absolut, permissive individualism dan digantikannya kekudusan dengan keutuhan, pertobatan dengan pemulihan, kebenaran dengan intuisi, iman dengan perasaan, pemeliharaan dengan kesempatan, dan pengharapan yang tekun dengan kepuasan segera. Kristus dan salibNya telah disingkirkan dari pusat penglihatan kita.”

Bagaimana mungkin “Kristus dan salibNya telah dipindahkan dari pusat penglihatan kita” ? Jika ada sesuatu hal yang dapat menggambarkan dengan jelas gereja-gereja injili pada jaman ini, itu adalah penekanan pada Yesus yang mengacu pada keinginan-keinginan kita yang egois dan pada kebutuhan-kebutuhan perasaan kita. Doktrin yang berpusat pada kemuliaan Tuhan dan salibNya : anugerah, pembebasan, penebusan, penggantian, pembenaran dan bahkan iman – telah digantikan oleh berhala-berhala modern seperti semacam filsafat politik, psikologi atau sosiologi. Jika kita mengamati buku-buku seperti apa yang memenuhi rak di toko buku Kristen, dan gereja-gereja seperti apa yang dipenuhi oleh banyak orang, maka kita akan menyadari betapa Kristus tidak lagi menjadi pusat dari kehidupan banyak orang Kristen pada masa kini.

Arti kedua dari prinsip Solus Christus adalah pada keunikan sifat dan karya Kristus. Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bisa menyelamatkan kita, yang bisa memperdamaikan kita dengan Allah Hanya Kristuslah satu-satunya juruselamat dunia. Tetapi di jaman postmodern ini, berdasarkan survey yang dilakukan oleh George Barna, ada dua pertiga kaum injili yang menganut pendapat bahwa keragaman agama hanyalah cara yang berbeda untuk mencapai Allah yang sama. Clark Pinnock menyatakan, “Alkitab tidak mengajarkan bahwa seseorang harus mengakui nama Yesus Kristus untuk diselamatkan. Yang dipedulikan Allah adalah masalah hati, bukan isi dari teologi mereka.” Pernyataan ini sangat bertentangan dengan keseluruhan prinsip Alkitab (1 Tim 2:5-6, Yohanes 14:6). Seluruh Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berfokus pada Kristus.

Sebagian orang menganggap orang Kristen adalah orang yang sombong dan berbahaya jika mengatakan bahwa hanya Kristuslah satu-satunya juruselamat dunia. (Silakan baca buku Pdt.DR.Stephen Tong “Yesus Kristus Juruselamat Dunia”.) Sesungguhnya, orang Kristen adalah orang-orang berdosa (sama seperti seluruh manusia lainnya di dunia) yang diselamatkan semata-mata oleh anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus, bukan oleh jasa apapun yang dilakukan oleh dirinya. Karena itu, tidak ada satu hal pun yang bisa dibanggakan oleh orang Kristen, karena keselamatan hanyalah hadiah yang Tuhan berikan, bukan karena kelebihan apapun yang dia miliki. Orang Kristen yang sejati adalah orang yang rendah hati, menyadari bahwa Kristuslah yang membenarkan dia – tidak ada satu hal pun yang patut untuk disombongkan. Orang Kristen yang sejati bukanlah orang yang berbahaya, karena dia takluk kepada Tuhan Pencipta alam semesta. Orang Kristen yang sejati adalah orang yang tidak akan tahan untuk tidak memberitakan anugerah yang dia terima di dalam Kristus – hal yang paling berharga dalam hidupnya – kepada orang lain.

Bagaimana dengan Saudara? Di manakah Kristus dalam hidup Saudara?

(sc)

Sumber :
1. James Montgomery Boice, Whatever Happened to the Gospel of Grace? – Rediscovering the Doctrines That Shook the World; (Wheaton: Crossway, 2001)
2. Gary L.W.Johnson & R.Fowler White (editor), Whatever Happened to the Reformation? (New Jersey : P&R, 2001)
3. Michael Horton http://www.monergism.com/updates/reformation_essentials_by_mich.php
4. http://solapanel.org/article/christ_alone/